Senin, 10 Desember 2012

MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING




Abstrak
Pembelajaran matematika yang terjadi selama ini kurang efektif, karena siswa hanya menerima informasi pembelajaran dari guru. Selain itu, guru juga masih menggunakan metode ceramah dalam kegiatan belajar mengajar. Akibatnya pembelajaran kurang bermakna, siswa menjadi bosan dengan kegiatan belajar mengajar  sehingga mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar . Oleh karena itu,perlu adanya suatu model pembelajaran yang diharapkan dapat membangkitkan motivasi siswa seperti Quantum Learning. Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Model ini juga dapat membangkitkan motivasi belajar siswa khususnya dalam pembelajaran matematika.
Kata kunci : Belajar, motivasi, Quantum Learning


I.       Pendahuluan
I.I Latar Belakang Masalah
Matematika adalah ilmu dasar yang wajib dipelajari oleh semua siswa dari tingkat SD sampai tingkat SMA bahkan juga di perguruan tinggi, seperti kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari. Matematika memegang peranan penting karena matematika tidak hanya diterapkan pada saat belajar matematika itu sendiri tetapi matematika diterapkan juga pada bidang ilmu pengetahuan yang lain, seperti : kimia, fisika, biologi, ekonomi, dan lain-lain.
Pembelajaran matematika yang terjadi selama ini kurang efektif, karena siswa hanya menerima informasi pembelajaran dari guru. Selain itu, guru juga masih menggunakan metode ceramah dalam kegiatan belajar mengajar. Akibatnya pembelajaran kurang bermakna, siswa menjadi bosan dengan kegiatan belajar mengajar  sehingga mempengaruhi motivasi siswa dalam belajar . Oleh karena itu,perlu adanya suatu model pembelajaran yang diharapkan dapat membangkitkan motivasi siswa seperti Quantum Learning. Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat.
I.II Perumusan Masalah
·         Bagaimanakah cara membangkitkan motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika melalui model pembelajaran quantum learning ?
I.III Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuannya adalah :
·         Mengetahui cara membangkitkan motivasi belajar siswa pada pelajaran matematika melalui model pembelajaran quantum learning
II.    Pembahasan
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks, sebagai tindakan belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Menurut Gagne (1984) belajar adalah sebagai suatu proses dimana suatu organism berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Sedangkan Henry E Garret berpendapat bahwa belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu lama melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara mereaksi terhadap suatu perangsang tertentu.  
Pembelajaran pada hakikatnya merupakan suatu proses interaksi antara guru dengan siswa, baik interaksi secara langsung seperti kegiatan tatap muka maupun kegiatan tidak langsung yaitu dengan cara menggunakan berbagai media. (Rusman, 2008:159)
 Model pembelajaran adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum (rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan pembelajaran, dan membimbingpembelajaran di kelas atau yang lainnya. (Rusman, 2008:150)
Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. Model ini juga dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.
Dalam hubungannya dengan hal diatas, perlu dikembangkan model pembelajaran matematika yang dapat meningkatkmembangkitkan motivasi belajar siswa, diantaranya dengan menggunakan model pembelajaran quantum learning.
A.    Belajar
Belajar merupakan tidakan dan perilaku siswa yang kompleks, sebagai tindakan belajar hanya dialami oleh siswa sendiri. Menurut Gagne (1984) belajar adalah sebagai suatu proses dimana suatu organism berybah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman. Sedangkan Henry E Garret berpendapat bahwa belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu lama melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan perubahan cara mereaksi terhadap suatu perangsang tertentu. Menurut Sagala  (2005 : 11) belajar merupkan komponen ilmu pendidikan yang berkenaan dengan tujuan dan bahan acuan interaksi, baik yang bersifat eksplisit  ataupun implisit ( tersembunyi).
            Berdasarkan pengertian diatas maka dapat ditarik kesimpulan, bahwa belajar adalah suatu aktivitas yang mengarah pada perubahan diri seseorang yang dinyatakan dalam cara perubahan bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan.
B.     Motivasi
1.      Pengertian Motivasi
Menurut Hamalik (2007 : 56) motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
Di dalam perumusan ini kita dapat lihat, bahwa ada tiga unsur yang saling berkaitan, yaitu sebagai berikut :
a.       Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi dalam pribadi
b.      Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan affective arousal.
c.       Motivasi ditandai dengan reaksi – reaksi untuk mencapai tujuan.

2.      Komponen – komponen motivasi
Motivasi memiliki dus komponen dalam (inner component), dan luar (outer component). Komponen dalam ialah perubahan dalam diri seseorang, keadaan merasa tidak puas, dan ketegangan psikologis. Komponen luar ialah apa yang diinginkan seseorang , tujuan yang menjadi arah kelakuannya. Jadi, komponen dalam ialah kebutuhan yang ingin dipuaskan, sedangkan komponen luar ialah tujuan yang hendak dicapai.
3.      Analisis dan Tinjauan terhadap Motivasi
Antara kebutuhan, motivasi, perbuatan atau kelakuan, tujuan dan kepuasan terdapat hubungan dan kaitan yang kuat. Setiap perbuatan senantiasa berkat adanya dorongan motivasi. Timbulnya motivasi oleh karena seseorang merasakan sesuatu kebutuhan tertentu dan karenanya perbuatan tadi terarah kepada pencapaian tujuan tertentu pula. Apabila tujuan telah tercapai maka ia akan merasa puas. Kelakuan yang telah memberi kepuasan terhadap sesuatu kebutuhan akan cenderung untuk diulang kembali, sehingga ia akan menjadi lebih kuat dan lebih mantap.
4.      Motivasi dan Kebutuhan
Kebutuhan adalah kecenderungan – kecenderungan permanen dalam diri seseorang yang menimbulkan dorongan dan menimbulkan kelakuan untuk mencapai tujuan. Kebutuhan ini timbul oleh karena adanya perubahan (internal change) dalam organism atau disebabkan oleh perangsang kejadian – kejadian di lingkungan organism.
5.      Motivasi dan Drive 
Drive adalah sesuatu perubahan dalam struktur neurofisiologis seseorang menjadi dasar organis dari perubahan energi, yang disebut motivasi. Jadi timbulnya motivasi dikarenakan terjadinya perubahan – perubahan neurofisiologis.
6.      Motivasi dan Tujuan
Tujuan adalah sesuatu yang hendak dicapai oleh suatu perbuatan yang apabila tercapai akan memuaskan individu. Adanya tujuan yang jelas dan disadari akan mempengaruhi kebutuhan dan ini akan mendorong timbulnya motivasi dala diri seseorang.
7.      Motivasi dan Incentive 
Incentive adalah hal – hal yang disediakan oleh lingkungan (guru) dengan maksud merangsang murid bekerja lebih giat dan lebih baik, misalnya : kenaikan kelas, hadiah, dan lain – lain. Guru sering kali menggunakan Incentive untuk memberikan motivasi kepada siswa didik untuk mencapai tujuan – tujuan yang diinginkan.
8.      Fungsi Motivasi
a.       Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar.
b.      Motivasi berfungsi sebagai pengarah. Artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan.
c.       Motivasi berfungsi sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.
9.      Nilai Motivasi dalam Pengajaran
a.       Motivasi menentukan tingkat berhasil atau gagalnya perbutan belajar murid. Belajar tanpa adanya motivasi akan sulit berhasil.
b.      Pengajaran yang bermotivasi pada hakikatnya adalah pengajara yang disesuaikn dalam kebutuhan, dorongan, motif, minat yangada pada murid.
c.       Pengajaran yang bermotivasi menuntut kreatifitas dan imajinasi guru untuk erusaha secara sungguh – sungguh mencari cara – cara yang relevan dan sesuai guna membangkitkan dan memelihara motivasi belajar siswa.
d.      Asas motivasi menjadi salah satu bagian yang integral daripada asas – asas mengajar. Penggunaan motivasi dalam mengajar buku saja melengkapi prosedur mengajar, tetapi juga menjadi faktor yang menentukan pengajaran yang efektif.
C.    Quantum Learning
1.      Pengertian Quantum Learning

Quantum learning merupakan kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat (dalam http://www.infoskripsi.com/Article/Quantum-Learning.html). Konsep penting Quantum learning oleh DePorter dan Hernacki mendefinisikannya sebagai interaksi – interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. (Sagala, 2005:105)
Manfaat dari quantum learning ini adalah dapat meningkatkan sikap positif, motivasi, keterampilan belajar seumur hidup, kepercayaan diri dan kesuksesan. Quantum learning menggabungkan sugestologi, teknik pemercepatan belajar, dan program neurolinguistik dengan teori, keyakinan, dan metode sendiri. (Deporter;hernacki, 2009:13)
Quantum Learning mencakup aspek-aspek penting tentang cara otak mengatur informasi. Menurut DePorter dkk (2002:16), “Quantum Learning adalah interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya”. Dengan mengutip rumus Albert Einstein, yakni E=mc2, DePorter memisalkan kekuatan energi ke dalam analogi tubuh manusia yang secara fisik adalah materi. Sehingga tujuan belajar menurut Quantum Learning adalah meraih sebanyak mungkin cahaya.
2.       PRINSIP-PRINSIP
Menurut Saryono (dalam http://lubisgrafura.wordpress.com/2007/09/11/pembelajaran-kuantum-sebagai-model-pembelajaran-yang-menyenangkan/) Prinsip dapat berarti (1) aturan aksi atau perbuatan yang diterima atau dikenal dan (2) sebuah hukum, aksioma, atau doktrin fundamental. Setidak-tidaknya ada tiga macam prinsip utama yang membangun sosok pembelajaran kuantum. Ketiga prinsip utama yang dimaksud sebagai berikut.
a.  Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi: Bawalah Dunia Mereka (Pembelajar) ke dalam Dunia Kita (Pengajar), dan Antarkan Dunia Kita (Pengajar) ke dalam Dunia Mereka (Pembelajar).
b.  Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan permainan orkestra simfoni.
c.  Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan. Oleh karena itu, keunggulan ini bahkan telah dipandang sebagai jantung fondasi pembelajaran kuantum. Ada delapan prinsip keunggulan – yang juga disebut delapan kunci keunggulan, yaitu :
·         Terapkanlah hidup dalam integritas
Dalam pembelajaran, bersikaplah apa adanya, tulus, dan menyeluruh yang lahir ketika ni lai-nilai dan perilaku kita menyatu. Hal ini dapat meningkatkan motivasi belajar yang pada giliran nya mencapai tujuan belajar. Dengan kata lain, integritas dapat membuka pintu jalan me nuju prestasi puncak.
·          Akuilah Kegagalan Dapat Membawa Kesuksesan
Dalam pembelajaran, kita harus mengerti dan mengakui bahwa kesalahan atau kegagalan dapat memberikan informasi kepada kita yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut sehingga kita dapat berhasil. Kegagalan janganlah membuat cemas terus menerus dan diberi hukuman karena kegagalan merupakan tanda bahwa seseorang telah belajar.
·          Berbicaralah dengan Niat Baik
Dalam pembelajaran, perlu dikembangkan keterampilan berbicara dalam arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi yang jujur dan langsung. Niat baik berbicara dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajar pembelajar.
·         Tegaskanlah Komitmen
Dalam pembelajaran, baik pengajar maupun pembelajar harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu, tetap pada rel yang telah ditetapkan. Untuk itu, mereka perlu melakukan apa saja untuk menyelesaikan pekerjaan. Di sinilah perlu dikembangkan slogan: Saya harus menyelesaikan pekerjaan yang memang harus saya selesaikan, bukan yang hanya saya senangi.
·         Jadilah Pemilik
Dalam pembelajaran harus ada tanggung jawab. Tanpa tanggung jawab tidak mungkin terjadi pembelajaran yang bermakna dan bermutu. Karena itu, pengajar dan pembelajar harus bertanggung jawab atas apa yang menjadi tugas mereka. Mereka hendaklah menjadi manusia yang dapat diandalkan, seseorang yang bertanggung jawab.
·         Tetaplah Lentur
Dalam pembelajaran, pertahankan kemampuan untuk mengubah yang sedang dilakukan untuk memperoleh hasil yang diinginkan. Pembelajar, lebih-lebih pengajar, harus pandai-pandai membaca lingkungan dan suasana, dan harus pandai-pandai mengubah lingkungan dan suasana bilamana diperlukan.
·         Pertahankanlah Keseimbangan
Dalam pembelajaran, pertahankan jiwa, tubuh, emosi, dan semangat dalam satu kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil pembelajaran efektif dan optimal. Tetap dalam keseimbangan merupakan proses berjalan yang membutuhkan penyesuaian terus-menerus sehingga diperlukan sikap dan tindakan cermat dari pembelajar dan pengajar.
Adapun langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam
pembelajaran melalui konsep Quantum Lerning dengan cara yaitu :
1)      Kekuatan Ambak,
Sebelum anda melakukan hampir segalanya dalam hidup anda, baik secara sadar maupun tidak, anda akan bertanya pada diri anda tentang pertanyaan penting ini “Apa manfaatnya bagiku?” Mulai dari pekerjaan yang paling sederhana hingga monumental yang mengubah hidup, segala sesuatu harus menjadikan manfaat pribadi atau anda tak mempunyai motivasi untuk melakukannya.
2)      Penataan lingkungan belajar,
Dalam menata lingkungan belajar, anda harus menciptakan suasana yang nyaman dan santai, bisa juga dengan mendengarkan musik supaya terasa santai, terjaga, dan siap berkonsentrasi. Menyesuaikan jenis musik sesuai dengan suasana hati, kemudian anda juga dapat menggunakan pengingat – pengingat visual untuk mempertahankan sikat positif dan berinteraksilah dengan lingkungan anda untuk menjadi pelajar yang lebih baik.
3)      Memupuk sikap juara,
Memahami bagaimana K berarti keberhasilan yang tertunda bukan kegagalan, memilih reaksi dan perbincangan diri anda untuk menciptakan motivasi yang kuat. Atasi rintagan dengan membekali diri dengan pesan – pesan positif serta kendalikan kerangka pikiran anda dengan mengendalikan ekspresi tubuh dan wajah. Pastikan untuk mempunyai sikap positif, dan segalanya akan segera berubah.
4)      Bebaskan gaya belajarnya,
Menemukan cara – cara orang belajar, mempelajari bagaimana menyerap dan mengolah informasi, menggunakan teknik – teknik untuk menyeimbangkan cara belajar dan mencapai keberhasilan belajar, dan memantau cara belajar orang lain dalam hidup anda.
5)      Membiasakan mencatat,
Dengan mencatat anda dapat melihat seluruh gambaran secara sekilas, mengingat detail secara mudah, melihat hubungan antara gagasan dan konsep, bekerja sama dengan otak, bukan bertentangan dengannya, dan menyingkirkan “format outline” yang membosankan, selamanya.
6)      Membiasakan membaca,
Dengan membiasakan membaca anda dapat mengembangkan kecepatan membaca secara dramatis, meningkatkan pemahaman dan daya ingat, menambah pembendaharaan kata dan menambah bank data, dan menghabiskan sedikit waktu untuk membaca sehingga anda dapat mengerjakan hal – hal lain.
7)      Jadikan anak lebih kreatif,
Memaksimumkan proses – proses pemecahan secara kreatif, membiarkan otak kanan bekerja pada situasi – situasi yang menantang, memahami peran paradigm pribadi dalam proses – proses kreatif, mempelajari bagaimana curah gagasan (brain storming) dapat memberikan pemecahan inovatif bagi berbagai masalah, dan menemukan keberhasilan dalam “berfikir tentang hasil (outcome thinking)
8)      Melatih kekuatan memori anak.
Dengan melatih kekuatan memori anda dapat mengembangkan kapasitas untuk mengingat fakta – fakta, detail – detail , dan “hal – hal yang harus dilakukan, dengan mudah dapat mengingat daftar nama – nama, nomor – nomor, dan hal – hal lain, meningkatkan keyakinan saat presentasi dan pidato – pidato, dan mengingat nama – nama orang yang dikenal. (dalam http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2120770-penerapan-quantum-learning-dalam-pembelajaran/#ixzz29shvA2lw)

III. Penutup
III.I Kesimpulan
Berdasarkan paparan di atas dapat diketahui bahwa pembelajaran kuantum merupakan sebuah falsafah dan metodologi pembelajaran yang umum yang dapat diterapkan baik di dalam lingkungan bisnis, lingkungan rumah, lingkungan perusahanan, khususnya  di dalam lingkungan sekolah (pengajaran). Secara konseptual, falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum membawa angin segar bagi dunia pembelajaran di Indonesia sebab karakteristik, prinsip-prinsip, dan pandangan-pandangannya jauh lebih menyegarkan daripada falsafah dan metodologi pembelajaran yang sudah ada (yang dominan watak behavioristis dan rasionalisme Cartesiannya). Selain itu pembelajaran ini juga dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.
Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Jika siswa memiliki motivasi, maka mereka akan lebih merasa tertantang untuk mencapai tujuan tersebut.Meskipun demikian, secara nyata, keterandalan dan kebaikan falsafah dan metodologi pembelajaran kuantum ini masih perlu diuji dan dikaji lebih lanjut. Khusus penerapannya di lingkungan kelas menuntut perubahan pola berpikir para pelaksana pengajaran, budaya pengajaran dan pendidikan, dan struktur organisasi sekolah dan struktur pembelajaran. Jika perubahan-perubahan tersebut dapat dilakukan niscaya pembelajaran kuantum dapat dilaksanakan dengan hasil yang optimal.

III.II Solusi
Cara membangkitkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran matematika selain menggunakan model pembelajaran quantum learning adalah sebagai berikut :
  1. Berikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan kendala dalam belajar matematika.
  2. Berikan pengalaman belajar matematika yang menyenangkan.
  3. Jelaskan kepada siswa manfaat belajar matematika.
Lalu, cara kita melihat kemajuan atau peningkatan motivasi belajar matematika siswa adalah dengan melihat beberapa indikator diantaranya :
1.    Siswa terdorong mengemukakan ide-idenya, merasa bangga dan senang karena menggunakan idenya sendiri.
2.    Siswa merasa senang belajar matematika melalui diskusi dengan teman-temannya.
3.    Siswa berpendapat banwa ada kaitan matematika dengan lingkungan sekitar mereka.
4.    Siswa berpendapat bahwa pengetahuan matematika dapat diperoleh dengan mengembangkan idenya sendiri.
5.    Siswa berpendapat bahwa pembelajaran matematika yang interaktif antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru dapat menambah pengetahuan mereka.





DAFTAR PUSTAKA

Deporter, Hernacki. 2009. Quantum Learning (Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan). Bandung. Kaifa
Hamalik. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara
Rusman.2010. Model-Model Pembelajaran(Mengembangkan Profesionalisme Guru).Ban dung : Rajawali Pers
Sagala. 2005 . Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta
Saryono.http://lubisgrafura.wordpress.com/2007/09/11/pembelajaran-kuantum-sebagai-model-pembelajaran-yang-menyenangkan/). Diakses 18 Oktober 2012



           



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar